Showing posts with label Motivation Note. Show all posts
Showing posts with label Motivation Note. Show all posts

Friday, 24 January 2020

Nobody’s Thinking About You


We all spend our twenties and thirties trying so hard to be perfect, because we’re so worried about what people will think of us, when you finally realize this liberating truth – nobody was ever thinking about you, anyhow.


 Sore itu, obrolan antara aku dan seorang temanku sepulang kerja,
“Gue kok ngrasa  insecure sama hidup gue ya.
“Maksud lo gimana” Tanyaku kemudian.
“Gue pikir, diusia gue yang sekarang ini, gue bisa lebih dari sekarang. Really going to be something by the age of 30. Tapi kayaknya ya gini-gini aja. Karier, relationship, networking semua mandeg. Apalagi kalau ngomongin pencapaian orang lain, gue makin terpuruk rasanya. Do nothing! Kenapa orang lain bisa, sedang gue enggak? Kenapa hidup orang lain sempurna, hidup gue enggak?”
Jawabku “The only thing you have to be by the age of 30 is yourself!”

Mungkin kita pun pernah, atau mungkin sedang mengalami hal serupa. Insecure dengan diri sendiri. Kebanyakan dari kita menghabiskan usia dua puluh hingga tiga puluhan tahun merasa insecure dan stress, karena selalu berusaha untuk menjadi sempurna, baik dalam pekerjaan, memilih pasangan, bahkan penampilan. Kenapa? Karena tanpa disadari kita begitu kawatir tentang apa yang orang pikirkan tentang kita.
 Tentang penampilan kita, badan yang menggendut, perut yang sudah mulai buncit, pakaian yang serasa itu-itu saja, pekerjaan yang kurang menjanjikan, serasa semua salah dimata kita, sedangkan kehidupan orang lain terlihat sempurna.
Kitapun mulai diet ketat supaya bisa punya bodygoals kayak si A, dan mulai menghabiskan gaji untuk membeli pakaian, tas, sepatu agar penampilan makin kece kayak si B, bisa traveling keliling dunia ala-ala selebgram. Kita mengejar kesempurnaan demi mendapat acceptance dari society. Sampai akhirnya kita pun lelah mengejar kesempurnaan. Hidup dan berkat yang kita terima serasa tak pernah cukup.
Mau tau fakta yang sebenarnya? Faktanya adalah, apapun yang kita lakukan, apapun pencapaian kita, bagaimapun bentuk badan kita, pakaian apa yang kita pakai, bagaimanapun perjuangan kita untuk menjadi sempurna, tidak ada yang benar-benar peduli dengan hal itu. Nobody was ever thinking about you, anyhow. They aren’t. They weren’t. They never were.
Bahwa sesungguhnya, People are mostly just thinking about themselves. Orang-orang kebanyakan hanya memikirkan diri mereka sendiri. Mereka sudah terlalu sibuk dengan ‘medan perang masing-masing.’ Sehingga mereka sudah tidak punya waktu untuk memikirkan dan kawatir tentang apa yang kita lakukan, atau seberapa baik kita melakukannya, karena mereka semua terjebak dalam drama mereka sendiri.
Jadi, mulai sekarang, berhentilah membandingkan, berhentilah mengkawatirkan apa yang dipikirkan orang lain. Jangan lagi cemas dan merasa tidak nyaman dengan diri sendiri. Jadilah apapun yang kita inginkan. Buat apa pun yang ingin kita buat, dan biarkan itu berjalan apa adanya, tanpa terlalu mengejar kesempurnaan.
Karena, apa yang kita pikirkan tentang diri kita, itu jauh lebih penting daripada apa yang orang pikirkan tentang kita.

Tuesday, 6 March 2018

Kamu, Kapan Nikah?



We are pretty outstanding woman, don’t worry. The world is so big. There are so many different ways to live. A person don’t have to be married to be happy

Sebagai wanita yang hampir masuk usia kepala tiga (30 tahun +) dan belum menikah, saya bisa merasakan ‘penderitaan’ teman-teman seusia saya yang belum menikah atau bahkan belum memiliki pasangan, yang merasa tertekan ketika selalu ditanya ‘kapan nikah?’ baik oleh keluarga ataupun lingkungan sekitarnya. Awalnya kesal, sebel, risih karena ditanya-tanya terus, tapi lama-kelamaan saya cuek menanggapinya.
Beruntung, karena saya mempunyai ibu yang tidak pernah menuntut saya, dalam dalam hal apapun, termasuk urusan kapan saya akan menikah dan dengan siapa saya akan menikah nanti. Justru ibu pernah bilang kepada saya bahwa, menikah itu bukanlah satu-satunya tujuan hidup manusia. Masih banyak hal lain yang juga harus diperjuangkan. Ibu bukan bermaksud mengatakan kalau nikah itu bukan hal yang penting, tetapi maksudnya adalah, tidak usah terlalu dirisaukan dan dipikirkan kapan kamu akan menikah, menikahlah ketika kamu benar-benar siap untuk menikah. Dia yang menciptakan kamu dan membentuk hati kamu, lebih tahu isi hati kamu, dan akan mendekatkan jodoh yang tepat ketika kamu benar-benar siap untuk menikah.
Di suatu malam, ibu yang waktu itu mengetahui kegalauan hati saya, mengirimkan sebuah tulisan mengenai ‘alasan menikah’ melalui pesan WhatsApp, baiklah, saya akan membagikannya untuk teman-teman yang juga merasakan kerisauan mengenai ‘kapan akan menikah?,’ dan ‘dengan siapa akan menikah nanti’
Ketika kamu akan menikah, coba dicek lagi, apa alasan kamu akan menikah?
Jangan menikah hanya karena merasa ‘sudah umurnya menikah’ atau merasa sudah semakin tua,
Jangan menikah karena kamu merasa kesepian dan butuh seseorang untuk menemanimu setiap saat,
Jangan menikah karena kamu membutuhkan support keuangan dari pasangan kamu (masalah ekonomi),
Jangan menikah karena kamu ingin membalas dendam dengan mantan pasangan kamu yang telah menikah duluan,
Jangan menikah karena kamu takut kehilangan orang yang kamu sayangi,
Jangan menikah hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan seksual,
Jangan menikah hanya karena tekanan dari keluarga atau lingkungan sekitar kamu,
Jangan menikah karena semua teman-temanmu sudah menikah.
Menikahlah karena kamu memang telah benar-benar siap menikah. Menikahlah karena memang kamu benar-benar mencintai pasangan kamu, dan merasa mantab untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengannya, menjadi teman hidup hingga diusia senja.
Dia yang ingin kamu nikahi adalah dia yang semakin hari semakin membuatmu jatuh cinta, selalu membuatmu bahagia ketika didekatnya. Dia mungkin tidak sempurna, namun dia menyempurnakan hidupmu. Dia yang ingin kamu nikahi adalah dia yang menjadi partner terbaik dalam hidupmu, saling mendukung dan bertumbuh dalam iman bersama-sama. Kadang memang terjadi pertengkaran kecil, namun akan selalu ada jalan untuk bersama kembali, melangkahkan kaki seiring sejalan kembali. Begitulah seharusnya J
Jadi, untuk kamu yang sekarang belum menikah, atau sudah memiliki pasangan namun belum juga menikah, atau bahkan memilih untuk tidak menikah, janganlah risau dengan tekanan di lingkungan kamu, ingat satu hal bahwa kita adalah pilot dalam hidup kita sendiri, bukan orang lain yang mengatur hidup kita. Kita sendiri yang memilih kemana akan melangkah. Kita yang memilih bagaimana kita akan merancang bahagia kita masing-masing. Mengutip quotes favorit saya dari Banksy, Not everyone will understand your journey. That’s okay. You’re here to live your life, not to make everyone understand. J

Thursday, 5 October 2017

Turn Your Bad Day Into a Positive One

Keep calm when things don’t go according to your expectations

Beautiful things always meet friction


Noor Unnahar
Hidup tak melulu bercerita tentang tawa, kesuksesan ataupun kebahagiaan, ada kalanya apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya, ada kalanya kita mengalami kegagalan, kekecewaan ataupun konflik dengan seseorang. Ada kalanya ketika semua hal kecil nampaknya salah atau saat kita lebih mudah tersinggung tanpa penjelasan.
Ketika masih kecil dulu, saat saya sedang bersedih atau dalam suasana hati yang buruk, ibu saya akan mengantar saya ke tempat tidur, menarik selimut saya dan memberikan minuman hangat. Sebelum menutup pintu kamar, dia akan mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja dan tidak perlu terlalu dicemaskan.
Cara ibu menenangkan saat saya sedang bersedih waktu kecil dulu, masih berlanjut sampai saya dewasa dan tinggal berbeda kota dengan ibu. Saya tidak pernah lupa betapa kuatnya pendekatan sederhana terhadap hari-hari sulit ini. Dari beberapa menit yang dihabiskan di balik selimut tempat tidur, sambil mendengarkan musik atau menulis buku, saya menemukan kekuatan untuk memberi izin pada diri saya untuk memulai hari saya dengan lebih bersemangat dan mood lebih baik lagi. Tentu itu bukan hal yang mudah, namun saya percaya bahwa saat menghadapi masa-masa sulit, kita cukup ingat tiga hal : rest, relax, enjoy, dan yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Tentu saja, masing-masing orang memiliki cara lain untuk mengembalikan semangat positif setelah mengalami hari beratnya. Misalnya dengan minum kopi atau cold beer, mendengarkan musik, nonton, jalan-jalan, shopping dan masih banyak lagi. Sebagian besar dari kita memiliki pekerjaan dan keluarga yang membutuhkan kita, masih banyak hal-hal yang harus kita selesaikan juga oleh karena itu penting bagi kita untuk segera mengembalikan semangat baru setelah mengalami hari yang berat.
Setiap orang pernah mengalami hari-hari yang sulit, Leah Weiss seorang profesor Stanford University, mengatakan bahwa saat kita menghadapi hari yang sulit (bad day) langkah pertama adalah bersikap baik pada diri sendiri, sadari bahwa kita tidak sempurna dan kenali kekurangan kita. Bad day tidak selamanya buruk, namun kadang menjadi moment yang tepat untuk instrospeksi diri. Dengan mengenali kelemahan, kita dapat membangun kekuatan kita.
Ketika sedang menghadapi hari-hari yang sulit, ingatlah selalu bahwa hidup sangat berharga, diatas segala tantangan, prasangka dan keadaan paling kritis sekalipun. Akhirnya kita pun akan menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan air mata untuk memupuk kesabaran, kegagalan untuk mengukir kedamaian, kesedihan untuk mengalasi kebahagiaan, kesulitan untuk membuka jendela pengetahuan. So, Every single day is a good day, no matter how bright or dark it is, because it always brings an opportunity to start a positive beginning in your life.

Tuesday, 20 June 2017

How Positive Thoughts Boost Your Luck

Once you replace negative thoughts with positive ones, you'll start having positive results 
(Willie Nelson)


Tahun lalu, seorang teman memberikan sebuah kalung pada saya. Sewaktu memberikan kalung oleh-oleh dari Jepang itu, teman saya sempat bilang, kalau kalung tersebut membawa keberuntungan. Saya termasuk orang yang rasional dan tidak percaya dengan hal-hal semacam itu, namun karena penasaran sayapun kemudian membuktikannya.
Kapanpun dan dimanapun saya selalu membawa kalung itu dan menyimpannya di dalam tas. Anehnya, sejak membawa kalung tersebut kemanapun saya pergi, saya merasa selalu beruntung. Apapun itu, dalam hal apapun, kondisi apapun dan berada dimanapun, saya merasa menjadi orang yang selalu beruntung, hidup saya mudah, ringan dan tanpa beban.
Beberapa bulan kemudian tiba-tiba saya kehilangan kalung yang sangat berharga buat saya tersebut. Kalung dari perak dengan liontin bertuliskan “LUCK” tersebut hilang dari tas saya. Saya panik. Pikiran saya kacau. Bukan karena harga barang tersebut, tapi lebih karena ketakutan dan kecemasan saya tentang ‘keberuntungan’ saya selanjutnya. Karena saya selama ini meyakini bahwa kalung itulah pembawa keberuntungan saya.
Sekian hari saya cari, tapi kalung tersebut tidak ketemu juga. Akhirnya saya pun menyerah. Mungkin kalung itu hilang karena memang sudah waktunya hilang. Toh sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi. Selalu ada yang datang dan pergi. Termasuk kalung itu. Ada ataupun tidak ada kalung itu saya tetap terus bergerak, sibuk dengan rutinitas saya, kegiatan saya, dan lama kelamaan saya pun melupakan kalung itu.
Tanpa saya sadari, ternyata kekawatiran saya tentang ‘luck’ karena kehilangan kalung tersebut tidak terbukti. Hidup saya tetap ringan, enjoy, lancar, dan tetap...., saya merasa selalu beruntung!
Dari hal tersebut, saya mulai paham bahwa ‘keberuntungan’ saya selama ini bukan karena kalung tersebut, tetapi karena diri saya sendiri. Ada ataupun tidak ada kalung itu, hidup saya tetap baik-baik saja. Saya beruntung ya karena memang saya ingin beruntung. Saya bisa ya memang karena saya yakin saya bisa. Saya bahagia ya karena memang saya ingin selalu bahagia. Artinya, bahwa hal-hal baik akan datang ketika pikiran kita positif. Ketika kita yakin kita bisa, maka alam bawah sadar kita akan mengerahkan diri kita hingga akhirnya kita benar-benar bisa, tapi kalau dari awal kita sudah menyerah dan berfikiran negatif, maka hasilnya pun akan negatif juga.
Percayalah, bahwa semesta akan mendukung kita ketika pikiran kita selalu positif, hal-hal baik akan datang dan hal-hal negatif akan pergi dengan sendirinya. Dalam hal ini bukan berarti hidup kita lancar dan tanpa masalah, manusiawi kalau kita punya segudang masalah, namun hebat ketika kita bisa melihat segala masalah yang kita hadapi dengan pikiran positif dan terbuka, bukan justru berfikiran sempit dan mengeluh atau bahkan menyalahkan orang lain dari masalah kita.
Saya tahu, ini pasti tidak mudah, tapi sebenarnya ini semua hanya soal bagaimana sudut pandang kita terhadap masalah tersebut. Berat atau tidaknya masalah kita itu tergantung pikiran kita sendiri. Sepenuhnya diri kitalah yang bisa mengendalikan diri kita, apakah akan berlarut dalam masalah dan pikiran negatif kita atau justru dapat bangkit dari masalah tersebut dengan pikiran positif. Mengutip kata-kata dari Abraham Lincoln :
 “We can complain because rose bushes have thorns, or rejoice because thorn bushes have  roses” , Kita bisa mengeluh karena mawar memiliki duri, atau bersukacita karena semak berduri memiliki mawar.
Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa segala sesutu tergantung sudut pandang kita. Sulit-mudahnya suatu masalah, susah-senangnya hati kita, lemah-kuatnya diri kita, itu menurut saya sepenuhnya kita yang mengendalikan dan mengatur, bukan orang lain, benda atau apapun juga.
Namanya juga manusia, ketika beban di pundak semakin banyak, dan hidup terasa lebih berat, kita pun kadang sering complain, mengapa hidupku seperti ini, atau mengapa hidupku tak seenak dia, tak sekaya, secantik, setampan, sesukses dia, tak bisa bersama si dia dan lain sebagainya, mulai sekarang, stop complain.
Yuk, kita berfikiran positif. Cintailah hidup kita, maka semesta akan berbalik mencintaimu. Love your own life, and it will love you right back! Untuk penutup, saya punya kutipan kata-kata menarik dari Harvey Fierstein, berikut ini :
I do believe we're all connected. I do believe in positive energy. I do believe in the power of prayer. I do believe in putting good out into the world. And I believe in taking care of each other. (Harvey Fierstein)

Be Happy Anyway,
With Love

Paulina

Monday, 6 April 2015

Keep Shining Girls!

If you have a good thoughts, they will shine out of your face like sunbeams and you will always look lovely (Roald Dahl)

Cantik itu apa? cantik adalah kurus? Big no! Yang benar adalah, wanita cantik itu sehat, cantik itu pintar, cantik itu mandiri, cantik itu memiliki kharisma, dan cantik itu memiliki attitude bagus. Ketika jiwa kita ‘cantik’, maka kecantikan fisik pun akan terpancar dengan sendirinya.
Bagi saya seorang wanita bisa disebut cantik, bukan karena fisiknya kurus-putih-langsing, namun wanita cantik adalah wanita yang tau makanan dan minuman apa yang baik dan tidak baik untuk tubuhnya, baju apa yang pantas dan tidak pantas dikenakan ketika datang di acara tertentu, kata-kata apa yang baik dan tidak baik untuk diucapkan, tindakan apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan. Wanita cantik adalah wanita cerdas, memiliki kharisma, pandai bergaul tapi tidak ikut arus, dan bisa menjaga diri. Terlihat sangat ideal, tapi sebenarnya kita para wanita bisa melakukan hal-hal itu semua, dimulai dari hal-hal kecil.
Apa yang bisa dilakukan untuk bisa cantik? dimulai dari makanan dan minuman. Masing-masing dari kita yang lebih paham dengan diri kita sendiri, makanan atau minuman yang apa yang baik untuk tubuh kita, yang membuat kita lebih sehat, yang membuat kita lebih produktif, dan makanan apa yang menjadi pantangan bagi tubuh kita masing-masing sehingga seharusnya tidak kita makan, misalnya menjaga makanan yang mengandung kolesterol tinggi, gula berlebih, alkohol berlebih dan lain sebagainya.
Membaca buku-buku yang bagus, mendengar lagu-lagu yang membawa kebahagiaan, dan melihat film atau acara televisi yang membangun. Secara tidak langsung ternyata buku yang kita baca, lagu-lagu yang sering kita dengar, dan acara-acara televisi yang kita tonton mempengaruhi karakter kita. Buku-buku bagus yang memberikan motivasi dan wawasan luas pasti akan menjadikan kita semakin bijak; lagu-lagu sedih akan menjadikan kita lebih melow dan galau, sedangkan lagu-lagu yang ceria dan penuh semangat akan menjadikan kita lebih positif dan produktif. Acara-acara televisi yang penuh dengan kekerasan, pembunuhan, kejahatan, akan membuat kita lebih tegang, tetapi acara-acara hiburan dan membuat kita banyak tertawa akan membuat kita rilex, dan awet muda.
Menggunakan panca indera kita untuk hal-hal yang baik. Seringlah memanjakan mata, telinga, hidung, mulut, kaki, dan tangan kita, untuk melihat, mendengar, merasa, dan melakukan hal-hal yang membuat kita happy, membuat kita banyak tersenyum, dan lebih produktif dalam bekerja
Sebagai wanita, saya pun pernah mengalami rambut rontok, jerawat, kulit wajah pucat, badan lemas, ternyata obat yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan dan kecantikan adalah hati yang bahagia dan hidup yang positif. Semua yang sudah disebutkan diatas mulai dari makanan yang saya makan, buku-buku yang saya baca, lagu-lagu yang saya dengar, dan orang-orang yang ada di sekitar saya ternyata sangat berpengaruh membawa energi positif bagi hidup saya.

So, keep shining girls! yuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kecantikan diri kita, mulai dari hal-hal sederhana setiap hari. Nikmati hidup sebahagia dan sepositif mungkin. Terus berkarya dan menjadi terang dimanapun kamu berada.

Thursday, 29 January 2015

MASALAH ADALAH HADIAH

Untuk mereka yang merasa semua sudah terlalu terlambat atau terlalu susah atau terlalu banyak halangan, kembalilah dan diam sejenak dan tanya kembali pada diri kita, sudah sejauh mana kita berusaha? Karena untuk segala sesuatu ada masanya dan usaha untuk mencapai itu semua...

“BRUK..BRUK...BRUK!” buku-buku tebal di rak perpustakaan yang habis selesai saya baca jatuh satu persatu dari rak buku dan menimpa tubuh saya.
“BRUK!”Kali ini saya yang jatuh terpeleset karena tertimpa buku-buku itu.
Saya terduduk beberapa saat di lantai. Rasanya jengkel banget, dan pengen nangis. Bukan karena sakit tertimpa buku-buku itu, tapi karena suasana hati yang kurang enak ditambah badan sedang kurang sehat.
Memang beberapa hari kemarin rasanya seperti semua masalah bertumpuk menjadi satu. Kondisi fisik yang sedang capek dan agak flu juga seakan mendukung alibi saya untuk terus mengeluh dan bersedih hati sepanjang hari. Tapi saya rasa, terus mengeluh dan bersedih juga percuma, justru malah membuat kondisi semakin buruk karena pikiran-pikiran negatif dari dalam diri kita sendiri.
Seberat apapun masalah yang sedang kita hadapi, sebanyak apapun pekerjaan yang sedang kita kerjakan, dan sesulit apapun kondisi yang tengah kita alami, itu sama sekali bukanlah alasan kita untuk mengeluh. Pantaskah kita mengeluh? Padahal kita telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah kita berkeluh kesah? Padahal kita telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan kita untuk membenahi segala sesuatunya.
Wajar apabila setiap manusia memiliki masalah, kita juga tidak harus menjadi orang yang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria. Yang terpenting adalah membangun sikap optimis dan positif thinking dalam menyikapinya. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Percayalah bahwa pasti ada maksud dibalik setiap kejadian atau masalah yang kita alami. Bahkan kejadian atau masalah yang paling menyakitkan sekalipun, pasti juga ada sisi positif yang bisa diambil. Tentunya adalah, tergantung dari sudut mana kita memandang kejadian tersebut.
Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila kita menganggap masalah sebagai halangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Karena masalah adalah sebuah proses dimana Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang dikehendakiNya.
Untuk saya pribadi, masalah membuat saya lebih percaya diri dalam kehidupan, dan setelah masalah tersebut berlalu, maka ada kebahagiaan yang patut disyukuri. Masalah adalah Jalan, kita tidak akan sampai ke tempat tujuan tanpa melewati masalah tersebut. Tuhan sengaja menciptakan sebuah masalah karena memang Ia telah menyiapkan pemecahannya.
Keep spirit, and be strong.


Monday, 24 November 2014

MOVING FORWARD

If you change nothing, nothing will change
Dunia itu dinamis. Bumi berputar, zaman berubah, manusia bertumbuh, segala sesuatu di muka bumi ini terus bergerak. Namun, tak sedikit manusia yang memilih tetap diam dan tak mau bergerak, walau situasi menuntut dia untuk bergerak, tak sedikitpun dia beranjak dari ruang yang membatasinya untuk bertumbuh. Zona nyaman, itulah tempat dimana manusia tak bisa bertumbuh. Masihkan kita hanya berdiam diri dan tak bergerak? Alangkah mengerikannya ketika waktu berjalan begitu cepat, dan kita sama sekali tidak berubah dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik? Merubah keadaan menjadi lebih baik.
Jengkel bercampur prihatin ketika mendengarkan cerita salah seorang teman saya yang sudah bertahun-tahun bekerja di sebuah perusahaan swasta yang korup, banyak unsur korupsi dan nepotisme di dalamnya, namun dia juga tidak mau bergerak, dia tetap diam dan masih bekerja di perusahaan itu hingga sekarang. Atau teman saya yang lain, sudah berkali-kali bercerita betapa tertekannya dia memiliki pacar yang kasar dan pecandu alkohol, sudah lima tahun tertekan dengan pacarnya, tapi juga belum ada tanda-tanda dia mau bergerak dan mengambil sikap, dia memilih untuk diam. Doesn’t it scare you sometimes how times flies and nothing changes?
Saya pun juga pernah menghadapi situasi sulit, ketika saya dituntut untuk memilih, bertahan dengan keadaan yang hanya membuat saya menangis atau tertekan, atau memilih untuk keluar dari situasi tersebut, dan menjadi pribadi baru yang lebih baik. Ketika saya memilih untuk keluar dari situasi itu, saya tahu itu tidak mudah. Ada tembok penghalang yang harus saya lalui, tapi saya yakin, tembok penghalang itu ada karena satu alasan, untuk memberikan kita kesempatan menunjukkan sekuat apa kita menginginkan sesuatu. Karena saya tahu bahwa tak ada sesuatu yang akan terjadi bila saya hanya berdiam diri saja dalam situasi itu. If you change nothing, nothing will change.
Ketika sedang berada dalam situasi sulit dalam sebuah hubungan atau pekerjaan, memang sebaiknya kita berani keluar dari situasi itu. Melangkah menjalani fase baru memang sulit, tapi tak lebih sulit dari bertahan dalam situasi yang tidak menghidupkan.
Bumi berputar, waktu berjalan, zaman berubah, jika kita semakin lama diam dengan situasi kita yang tidak menghidupkan, maka semakin lama juga kita tertinggal. Semakin jauh dunia sudah berada di depan kita, dan tak sedikitpun kita bergerak dari zona nyaman kita. Jangan pernah membuang waktu hanya untuk tetap tinggal dalam situasi yang menyulitkan diri kita sendiri dan membuat kita tidak bahagia.
Jangan pernah takut untuk bergerak maju, karena tidak selamanya perubahan itu buruk dan kehilangan itu menyakitkan. Setiap kali kita kehilangan sesuatu, saya percaya, Tuhan pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari itu, apapun itu baik itu jodoh, karier, pekerjaan, ataupun rejeki.
Berikut ini adalah kutipan dari Martin Luther King yang memotivasi saya untuk terus bergerak, berani bertindak, dan tidak puas dengan zona nyaman saya :
If you can’t fly then run,
If you can’t run then walk,
If you can’t walk then crawl,
But whatever you do you have keep moving forward.

            Apapun keterbatasan kita, dan apapaun yang menjadi tembok penghalang kita untuk bergerak, yang harus kita lakukan adalah terus berusaha bergerak, semaksimal yang kita bisa lakukan. Kita harus mengabaikan apa yang tidak mampu kita lakukan, dan terus berusaha semaksimal yang kita bisa. Jika kita bisa melakukan itu, maka kita pun pasti bisa mendapatkan apa yang menjadi harapan kita selama ini, bahkan yang sebelumnya mustahil bagi kita.

Thursday, 25 September 2014

WITH GOD STILL I RISE

You may not control all the events that happen to you, but you can decide not be reduced by them

Saya lebih suka memandang segala kejadian dalam hidup saya dari segi positif, tapi saya juga cukup realistik mengakui bahwa hidup itu cukup kompleks untuk dijalani. Saya merasa, saya sudah cukup berhati-hati dalam bertindak, berfikir, bertutur kata terlebih dalam mengambil keputusan. Saya pun juga bisa dikategorikan memiliki standar orang baik seperti yang sering disebut di buku PPKN waktu SD, jalan saya lurus, tidak pernah bikin ulah, rajin ke gereja, pinter sekolahnya, nurut dengan orang tua, suka menolong sesama, no drugs, no alcohol, dan lain sebagainya, namun ternyata hidup lurus bukanlah jaminan hidup kita akan tanpa masalah, tanpa air mata, dan tanpa perjuangan. Justru menjadi orang baik itu memang banyak sekali cobaannya.

Sudah sekitar satu jam saya duduk di tempat ini, mata saya terpejam dan masih sedikit sembab. Pagi ini sebelum berangkat kerja, memang saya sengaja mampir ke tempat ini, mampir ke Gereja yang letaknya memang tidak begitu jauh dari kantor saya. Saya pikir, mungkin berdoa akan membuat saya lebih tenang. Mungkin ketidaktenangan saya karena saya belum bisa berdamai dengan diri saya dan dengan Tuhan. Saya merasa bersalah dengan Tuhan karena sering menyalahkan Tuhan dengan kejadian-kejadian diluar kontrol saya.  
Saya sadar bahwa selama ini saya terlalu menuntut Tuhan, setiap hari berdoa bukan untuk bersyukur tapi hanya untuk memohon, memohon agar selamat, sehat, kerjaan lancar, dapat jodoh yang baik, selalu memohon, bahkan terkesan sampai memohon-mohon agar permohonan saya dikabulkan, kehendak saya dituruti. Selama ini ego saya selalu muncul ketika berdoa, selalu mengatur Tuhan, dan kecewa ketika permohonan tidak dikabulkan. Saya sadar itu salah.
Untuk saat ini, dan mulai detik ini, saya akan lebih berpasrah, benar-benar memposisikan diri saya sebagai mahkluk ciptaanNya. Biarkan semua terjadi sesuai kehendak dan rancanganNya. Saya yakin, seberat apapun beban dan ujian dalam hidup, saya pasti bisa bertahan. Dari segala permasalahan yang bahkan mustahil untuk ada jalan keluarnya, semua pasti dapat selesai dengan baik. Saya selalu percaya kekuatan doa. Saya percaya doa bila diiringi kesabaran dan optimis, segala perkara pasti bisa diselesaikan. Bahkan, kita tidak perlu memohon, Tuhan pasti akan memberikan sesuatu yang bahkan lebih baik dari apa yang kita inginkan sebelumnya.


Kita mungkin memang tidak bisa mengontrol kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup kita, tapi paling tidak, janganlah kita berkecil hati, apapun agama dan kepercayaan kita, pakailah doa sebagai perisai dari segala ketidakpastian dunia. Apapun yang terjadi seburuk apapun itu, tetap bertekun dalam doa, berjuang dan dihadapi dengan optimis. I belive that God will always be with you, your struggles make you stronger and the changes make you wise.

Monday, 15 September 2014

LET IT BE

I have learned that no matter what happens, or how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow (Maya Angelou)

     Masalah. Tak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menghindarinya. Saya percaya seperti halnya kebahagiaan, masalah ataupun ujian pasti akan datang tepat pada waktunya. Yang diatas sana, apapun sebutannyapasti sudah mengatur sebaik mungkin hidup kita, saat kapan badai ujian itu datang dan kapan badai itu akan berlalu.
     Mengapa masalah dan ujian harus datang? Manusiawi, apabila setiap manusia menghadapi masalah atau ujian. Tujuannya adalah agar kita semakin bertumbuh dan semakin dewasa sebagai manusia. Dengan adanya ujian dan masalah, kita belajar untuk menjadi kuat, tegar dan lebih bijak dalam mengambil keputusan. Untuk saya pribadi, masalah dan ujian justru semakin membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, dimana saya benar-benar merendahkan diri saya sebagai manusia yang kecil dan lemah, dan menyerahkan semuanya ke tangan pencipta saya.
     Let it be, jika memang sudah saatnya terjadi, terjadilah. Seberapapun buruknya yang terjadi, semua akan terasa lebih ringan ketika kita lebih berpasrah dan bersyukur. Mungkin ini memang harus menggunakan kacamata iman, kita harus percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tapi secara logika, kita bisa percaya bahwa meletakkan beban kita dan lebih berpasrah itu jauh terasa lebih ringan daripada kita terus memikirkan masalah kita hingga menguras energi, bahkan hingga jatuh sakit. Let it be! Just carry on, itu kuncinya.
     Saya selalu suka kutipan kata-kata Maya Angelou, I have learned that no matter what happens, or how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow. Hidup memang selalu berjalan, senang dan sedih silih berganti, saya tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, atau bahkan seberapa buruk yang terjadi pada hari ini, semua akan berlalu pada waktunya.
   Semua kebahagiaan, kesedihan ataupun masalah pasti akan berlalu, namun bukan itu point pentingnya, yang lebih penting adalah bagaimana proses kita dalam menyelesaikan masalah atau ujian hidup kita tersebut. Apakah kita bisa menyelesaikan masalah dengan bijak dan dewasa, atau justru membuat masalah semakin runyam dan menyerah begitu saja. Dalam hal ini, kita harus selalu optimis, bahwa kita pasti dapat menyelesaikan ujian kita dengan cara elegant, sehingga masalah dapat selesai, kita dapat menjadi pribadi baru yang lebih baik dari sebelumnya, pribadi yang lebih kuat dan tahan uji.
     Walaupun saya tahu pasti sakit,  tapi saya yakin, sangat-sangat yakin, bahwa saya tidak takut dengan ujian apapun yang tengah terjadi saat ini atau yang mungkin akan terjadi nanti di depan sana. Saya mengibaratkan hidup seperti piano, tuts putih adalah kebahagiaan, dan tuts hitam adalah kesedihan, maka agar tercipta harmonisasi suara yang indah, piano tidak hanya dimainkan tuts putihnya saja, tetapi tuts hitampun perlu dimainkan. Ketika kita bersedih karena mendapati 36 'tuts hitam' dalam hidup kita, maka bersyukurlah, kita masih memiliki 52 'tuts putih' sebagai alasan kita untuk tersenyum.
     So, don't give up! Segala masalah, seberapapun beratnya itu, pasti ada jalan keluarnya, segala ujian pasti ada titik terangnya. Tetap bersabar, berpasrah, dan bertekun dalam doa. Saya percaya Dia yang diatas sana, jauh lebih tau apa yang terbaik bagi mahkluk ciptaannya.

FORMULA KEBERUNTUNGAN

The best luck of all is the luck you make for yourself (Douglas MacArthur)   Kita mungkin pernah tau bahwa di dunia ini ada jenis manusi...